Kamis, 20 Maret 2014

Garis Singgung #1

Semester satu baru saja berakhir ketika aku, Angga, Sirot dan Roem mendaftar di salah satu lembaga bimbingan belajar di daerah Surabaya Pusat. Sebenarnya banyak LBB yang berada di sana, namun kami memilih LBB yang berlokasi tepat di depan SMA favorit Surabaya, SMAN 1 dan SMAN 2 karena promo yang menarik. Aku sebenarnya tak terlalu berminat untuk mendaftar karena akan mengurangi jam bermain, namun Angga dan Sirot memaksa. Lagipula, tidak ada salahnya untuk belajar lebih banyak di empat bulan terakhir sebelum menghadapi Ujian Nasional.

Kami semua membayar uang cicilan sebagai jaminan bahwa kami benar-benar akan masuk di LBB itu. Ya, pada akhirnya pun, aku juga memantapkan diri untuk belajar di sana.

Awal masuk, kami tak mengenal siapa-siapa. Semuanya adalah orang asing. Hanya kami berempat yang berasal dari SMA Al-Irsyad, sisanya berasal dari sekolah-sekolah di sekitar LBB. Sekolah yang, menurutku, high class. Sekolahnya saja high class, muridnya apalagi. Sosok yang menonjol saat pertama kali kami di sana adalah seorang cewek kurus, dengan tinggi proporsional yang mengenakan kaos berwarna abu-abu yang ukurannya lebih besar dari badannya. Cewek itu duduk di deretan bangku paling depan pojok kanan. Aku pikir dia adalah cewek yang rajin karena duduk paling depan, namun ternyata dia duduk di sana karena dekat dengan charger. Aku sendiri duduk di deretan tengah, dekat dengan tembok agar aku dapat menyandarkan kepalaku saat malas mendengarkan tutor mengajar di depan.

Senin, 10 Maret 2014

Terima Kasih Semesta

Love will bring us back to you and me...

Itu adalah salah satu lirik lagu dari Westlife yang berjudul Soledad. Ya, cinta akan datang kembali kepada kita, kau dan aku. Aku sempat berpikir apatis tentang hal itu, namun ternyata, itu benar-benar terjadi. Setelah selama dua bulan hatiku membeku dan tak merasakan apa-apa selain dunia yang dingin dan kejam, aku akhirnya melihat dunia lebih berwarna lagi, ya, pelangiku tidak lagi berwarna hitam.

Dan aku tak pernah menyangka, sama sekali tak menyangka, jika dialah yang pada akhirnya mewarnai hari-hariku, yang membuatku jatuh untuk sekali lagi.

Dia yang sebelumnya hanya menjadi teman biasa. Kini ia menjadi seseorang yang sangat berharga.
Dia yang sebelumnya tak pernah ku rasa. Kini ia menjadi seseorang yang sangat ku cinta.
This is what they call as.. unexpected story of love.
And they say that the best love story is when we fall in love with unexpected person. Truly, it happens to me. In fact, it is happening to me. Do you feel me, guys?

Quote #2

"you don't have to be a badass to be a superhero. You just need to be brave"

( Mindy Macready/Hit-Girl - Kick-Ass 2)

Selasa, 21 Januari 2014

Rabu, 15 Januari 2014

Simply, Honestly

Mungkin beberapa di antara kalian berpikir apa sebenarnya isi dari blog ini. Sebenarnya apa yang mau aku tulis dan apa yang terkandung di dalamnya. Seakan isi dari blog ini memang acak dan tak menentu, bahkan terkadang isinya terlalu mainstream dan blak-blakan. Namun yang ingin aku katakan adalah..

This blog is just simply, honestly, my private blog.
That's all..

Selasa, 07 Januari 2014

Awal Mula

Awal mula tahun ini sangat berkesan. Sekali lagi, aku menghabiskan malam pergantian tahun di luar kota, tepatnya di Kepanjen, Malang. Aku dan beberapa teman bermalam di rumah Yusi. Meskipun hanya sehari, tetap bermakna. Malamnya kami jalan-jalan di sekitar perumahan Yusi. Langit malam menjadi cerah dan terang karena kembang api yang dinyalakan warga. Plus hiburan orkes yang diadakan warga menambah ramai suasana malam itu. Malam pergantian tahun itu aku lewati dengan berjalan kaki bersama Shinta dan Yusi, menyapa warga yang kebetulan berpapasan dengan kami dan bercerita. Mengesankan.

Esoknya, tanggal 1 Januari, kami mengadakan perjalanan singkat ke bendungan yang dekat dengan kabupaten Blitar. View di bendungan itu sangat memesona, and I can't deny that view..
That was our quality time together and I couldn't let it waste in vain. Kami mengambil beberapa gambar sebagai kenang-kenangan. Sebelum kembali ke Malang, kami menyempatkan diri untuk mampir di rumah nenek Yusi yang tak jauh dari bendungan. Kami sekaligus berpamitan kepada keluarganya. Jujur saja, kami merasa nyaman berada di tengah-tengah keluarganya.

Senin, 30 Desember 2013

End of Story : A Preview of Tomorrow

Sejujurnya, tak pernah aku membayangkan akan menjadi apa aku di masa depan. Cita-citaku, jika ada yang bertanya, pasti aku menjawab dengan jawaban yang sama. Aku ingin menjadi penulis. Penulis apa? Aku tak tahu. Aku belum sempat memikirkan sampai sejauh itu. Yang jelas, karena aku suka menulis, aku ingin jadi penulis. Aku ingin menuliskan kisahku, kisahmu, kisahnya, kisah kita. Aku ingin mengikat kata dalam bingkai kalimat, menjadikannya suatu elegi bermakna, tentang kita.

Tahun mendatang adalah tahun keduaku menjadi mahasiswa, tahun yang aku perkirakan akan menjadi semakin gila dan liar. Tugas akan mencekik leherku, mata dosen mengawasi, deadline menghantui. Itu semua hampir pasti akan terjadi. Akan ada yang datang, akan ada yang hilang. Itu pun, hampir pasti terjadi. Mereka datang dan pergi sesuka hati, tanpa permisi.
'Aku ingin sesuatu yang baru' menjadi kalimat andalanku, karena hanya itu yang aku inginkan. Aku ingin sesuatu yang lebih baik, berharap itu akan mengubah jalan pikiranku, atau takdirku jika memang mampu. Aku lelah dengan semua harapan-harapan di tahun mendatang, menurutku, satu harapan yang mencakup semuanya itu sudah cukup. Kita tak bisa meminta lebih dari apa yang sudah digariskan, bukan?
Aku ingin menjadi lebih baik. Itu saja sudah cukup memberikan aku sedikit rasa keberanian untuk menghadapi tahun-tahun ke depan, untuk menghadapi matahari-matahari lain, atau merenungi kisah-kisah pilu yang kelak akan terjadi di masa depan. Tuhan, selamatkan aku untuk setahun ke depan.